Mukomuko – 16/3/2026, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pertanian, menerima bantuan bahan pengendali hama dari pemerintah pusat untuk mendukung produktivitas pertanian di daerah Kabupaten Mukomuko.
Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, menjelaskan bahwa bantuan yang diterima terdiri dari beberapa jenis pestisida pertanian. Bantuan ini meliputi insektisida, fungisida, herbisida, serta racun tikus yang nantinya akan didistribusikan kepada kelompok tani penerima.
“Jenis bantuan yang kami terima antara lain insektisida sebanyak 140 liter, fungisida 180 liter, herbisida 80 liter, serta 80 kilogram racun tikus yang akan dibagikan kepada kelompok tani penerima manfaat di Mukomuko,” jelasnya.
Adapun, total bantuan tersebut akan disalurkan kepada sembilan kelompok tani yang tersebar di wilayah Kabupaten Mukomuko. Proses distribusi akan dilakukan apabila ada keluhan dari petani, seperti padi petani diserang tikus dan hama lainnya di wilayah tersebut baru akan dilakukan penyaluran.
Lebih lanjut, Hari menambahkan bahwa ketersediaan bahan pengendali hama sangat penting bagi petani, terutama ketika menghadapi serangan hama dan penyakit tanaman yang berpotensi menurunkan hasil produksi pertanian.
“Dengan adanya bantuan ini diharapkan petani dapat lebih mudah melakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga,” tutup Hari Mustaman.
Sementara itu, Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi AB, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan terhadap sektor pertanian di daerah.
“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah dalam menjaga keberlangsungan siklus pertanian yang dijalankan oleh masyarakat petani di daerah Kabupaten Mukomuko,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rahmadi juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian terhadap sektor pertanian di Kabupaten Mukomuko. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi para petani.
“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani, sekaligus membantu mengurangi biaya produksi yang selama ini harus mereka keluarkan untuk membeli bahan pengendali hama,” tutup Rahmadi, AB.
RIZON SAPUTRA







