Nasional, Aktual Daerah News.Id – 26/7/2025, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara pelaksanaan program dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai tidak memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, Mian, menyampaikan bahwa seluruh OPD harus fokus pada program-program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam hal ini, inovasi dan terobosan dari setiap OPD menjadi hal yang krusial guna merancang program dan kegiatan yang selaras dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“Setiap perangkat daerah harus mampu menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Jangan sampai program berjalan tanpa hasil yang dirasakan secara langsung oleh warga,” sampainya.
Langkah ini sejalan dengan fokus utama Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendorong percepatan Program Bantu Rakyat yang digagas oleh Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian.
“Program ini menyasar peningkatan akses masyarakat terhadap layanan publik, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga sektor sosial ekonomi,” jelas Mian.
Lebih lanjut, Mian, juga mendorong seluruh OPD untuk segera menyusun dan mengajukan proposal program yang bersifat prioritas dan strategis, guna mendukung percepatan pencapaian target pembangunan daerah.
Optimalisasi alokasi anggaran dapat dicapai melalui pemanfaatan hubungan strategis yang telah terbangun antara Gubernur dan jajaran Pemerintah Pusat, sebagai upaya mempercepat realisasi program-program prioritas daerah
“Jangan sampai kita stagnan sampai 2026. Koneksi gubernur dengan pusat harus dimaksimalkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Bengkulu,” ungkap Wagub Mian.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi kepada seluruh OPD untuk menghentikan program yang tidak memiliki urgensi atau dampak langsung bagi masyarakat.
Fokus utama saat ini adalah memastikan program prioritas gubernur dan wakil gubernur Provinsi Bengkulu berjalan optimal. Kegiatan yang tidak mendesak akan dikendalikan dan evaluasi ulang.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas penggunaan anggaran daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata dan terukur di seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu,” tutup Herwan Antoni.
RIZON SAPUTRA







