Presiden Prabowo dan Pangeran MBS Sepakati Kerja Sama Strategis Rp 440 Triliun

Nasional5434 Dilihat

Nasional, Aktual Daerah News.Id – 3/7/2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi dan bertemu langsung dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), di Istana Al-Salam, Jeddah, pada Rabu, 2 Juli 2025.

Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kenegaraan ke Arab Saudi ini menghasilkan kesepakatan strategis lintas sektor dengan nilai total mendekati Rp 440 triliun.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, investasi, energi, pertahanan, serta isu-isu geopolitik seperti Palestina dan stabilitas kawasan.

Salah satu capaian penting dalam pertemuan ini adalah peluncuran Dewan Koordinasi Tertinggi Saudi-Indonesia, sebagai wadah kelembagaan baru yang dirancang untuk mempercepat dan memperluas kolaborasi kedua negara.

Melalui pernyataan bersama yang dirilis Saudi Press Agency, disebutkan bahwa tata kelola dan agenda strategis dewan tersebut telah disepakati. Pertemuan kedua dewan dijadwalkan akan dilaksanakan di Indonesia dalam waktu yang akan ditentukan melalui mekanisme diplomatik.

Sejalan dengan pertemuan tingkat tinggi ini, para pelaku usaha dari Indonesia dan Arab Saudi menandatangani serangkaian kesepakatan bisnis senilai sekitar US$27 miliar (sekitar Rp.440 triliun).

Kesepakatan ini meliputi sektor energi bersih, industri petrokimia, hingga layanan bahan bakar penerbangan, menandai babak baru dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Dikutip dari media CNBC Indonesia, dalam hal ini, Presiden Prabowo dan Pangeran MBS juga menekankan bahwa pentingnya peningkatan volume dan cakupan perdagangan bilateral. Dalam lima tahun terakhir, total perdagangan Indonesia–Arab Saudi tercatat sebesar US$31,5 miliar, menjadikan Arab Saudi salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Teluk.

Keduanya juga menyampaikan komitmen untuk mempercepat penyelesaian Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang sebelumnya telah melalui beberapa putaran negosiasi pada 2024 dan awal 2025.

Di bidang energi, kedua negara sepakat mempererat kerja sama, termasuk dalam penyediaan minyak mentah, pengembangan petrokimia, energi terbarukan, efisiensi energi, serta penerapan teknologi karbon dan hidrogen bersih.

“Kami berkomitmen mengembangkan proyek energi baru dan terbarukan, memperkuat efisiensi energi, dan menerapkan prinsip ekonomi karbon sirkular sebagai solusi jangka panjang terhadap perubahan iklim,” bunyi pernyataan Prabowo dan Pangeran Mohammed bin Salman.

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *