Ramon Hosky: Kalender Pendidikan di Mukomuko Telah Diselaraskan Dengan Kelender Pendidikan Provinsi

Daerah145 Dilihat

Mukomuko – 28/4/2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, resmi menyelaraskan kalender pendidikan di daerah Kabupaten Mukomuko, dengan kalender pendidikan Provinsi Bengkulu mulai tahun ajaran 2025.

Kebijakan ini bertujuan untuk menyatukan jadwal pembelajaran dan kegiatan akademik di seluruh tingkatan pendidikan, dari PAUD, SD hingga SMP di daerah Kabupaten Mukomuko, dengan pendidikan di Provinsi Bengkulu.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Disdikbud Kabupaten Mukomuko, Ramon Hosky, menyampaikan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk menciptakan keseragaman dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dan administrasi di seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu.

“Sekarang semua sekolah di daerah Kabupaten Mukomuko, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP, sudah memiliki jadwal pembelajaran, libur, dan kegiatan lainnya yang selaras dengan kalender pendidikan Provinsi,” sampainya.

Selama ini masih terjadi ketidaksamaan waktu libur atau jadwal kegiatan antara Kabupaten Mukomuko dengan kabupaten lain di Provinsi Bengkulu. Dengan penyatuan kalender ini, perbedaan tersebut tidak terjadi lagi.

“Mulai tahun ajaran 2025, seluruh sekolah di Provinsi Bengkulu akan mengikuti satu sistem kalender pendidikan yang sama, sehingga tidak ada lagi sekolah di satu kabupaten yang sudah libur sementara di kabupaten lain masih belajar,” jelas Ramon.

Lebih lanjut, Ramon, menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas sistem pendidikan di Mukomuko, dan mendukung kualitas pembelajaran yang lebih merata di seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu.

Langkah penyamaan kalender ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi antar-instansi pendidikan, dan memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mengelola sektor pendidikan.

“Dengan keseragaman ini, kami berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Mukomuko semakin meningkat dan sejalan dengan kebijakan pendidikan provinsi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para peserta didik,” tutup Ramon Hosky.

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *