Terkait Isu Pungli Pelatihan SB3Q, Disdikbud Mukomuko: Tidak Ada Dana Masuk ke Dinas

Daerah4377 Dilihat

Mukomuko – 12/2/2026, Polemik pelatihan Metode Satu Bulan Bisa Baca Quran (SB3Q) bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD dan SMP di Mukomuko menjadi sorotan, menyusul informasi adanya biaya Rp 300 ribu per peserta yang dibebankan kepada sekolah.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, menyampaikan bahwa pelatihan Satu Bulan Bisa Baca Quran (SB3Q) bukan merupakan program resmi dinas.

Kegiatan inti merupakan inisiatif lembaga pelatihan dari luar daerah yang menawarkan programnya langsung ke sekolah-sekolah.

“Dinas hanya membantu memfasilitasi komunikasi antara penyelenggara dengan pihak sekolah. Untuk pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyelenggara bersama sekolah,” ujarnya.

Dana sebesar Rp 300 ribu per peserta tidak pernah masuk ke kas dinas. Pembayaran dilakukan langsung oleh pihak sekolah ke rekening lembaga penyelenggara pelatihan.

“Tidak ada dana yang disetorkan ke dinas. Jadi tidak benar jika disebut sebagai pungutan liar oleh dinas,” jelas Arni.

Adapun, terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), berjalan sesuai aturan, dana BOS memang dapat digunakan untuk peningkatan kompetensi guru, asalkan sudah direncanakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Lebih lanjut, Arni menambahkan bahwa pelatihan SB3Q tersebut juga bukan kegiatan mendadak karena telah direncanakan sejak Oktober 2025.

“Sekolah memiliki kewenangan mengatur penggunaan dana BOS sesuai kebutuhan peningkatan mutu pendidikan, selama sesuai aturan,” tambahnya.

Disdikbud Mukomuko kembali menegaskan bahwa tidak ada praktik pungutan liar dalam kegiatan tersebut. Dinas hanya berperan sebagai fasilitator komunikasi tanpa terlibat dalam urusan administrasi maupun keuangan.

“Kami berharap masyarakat di daerah Kabupaten Mukomuko tidak lagi salah memahami posisi dinas dalam pelaksanaan pelatihan SB3Q tersebut,” tutup Arni Gusnita.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *