Mukomuko – 12/1/2025, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu telah memasang tiga perangkap atau box trap di beberapa lokasi untuk menangkap harimau yang diduga telah menyerang dan memangsa seorang warga di Kabupaten Mukomuko.
Pemasangan perangkap ini turut dipantau oleh berbagai pihak, antara lain Camat Teras Terunjam, Polres Teras Terunjam, KPHP Mukomuko, Sipef Indonesia, Babinsa, Flora Fauna Indonesia, PT Mukomuko, serta Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Kepala Resor BKSDA Kabupaten Mukomuko, Damin, mengungkapkan bahwa tiga perangkap tersebut dipasang di lokasi-lokasi yang berbeda.
“Perangkap pertama dipasang di Desa Tunggal Jaya dengan umpan kambing di tempat kejadian perkara (TKP) 1, yang kedua di Desa Mekar Jaya dengan umpan sapi sisa mangsa di TKP 2 dan yang ketiga di Desa Setia Budi, dekat Danau Lebar, dengan umpan kambing,” ungkapnya.
Pemasangan perangkap ini dilakukan setelah insiden yang melibatkan seorang warga Desa Tunggal Jaya, Ibnu Oktavianto (22), yang ditemukan meninggal di kebun kelapa sawit milik warga setempat pada Selasa malam, 7 Januari 2025.
Lebih lanjut Damin, mengatakan bahwa seekor sapi milik Deden Nurjamil, warga Desa Mekar Jaya, juga ditemukan mati akibat serangan harimau.
Maka dari itu kami terus melakukan pemantauan dan penelusuran jejak harimau yang terlibat dalam insiden tersebut.
“Kami rencanakan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut ke area Agro Air Dikit karena ada informasi tentang jejak baru di sana,” katanya.
Selain itu Damin, juga menambahkan bahwa harimau yang menyerang warga dan sapi tersebut, serta yang terlihat di Desa Pondok Kopi, diperkirakan adalah individu yang sama.
“Pemasangan perangkap ini akan berlangsung selama 21 hari dan jika harimau tidak terjebak, waktu pemasangan akan diperpanjang,” pungkasnya. (rz)







