Tekan Lonjakan DBD, DPRD Mukomuko Ajak Warga Gencarkan PSN

Advertorial4709 Dilihat

Mukomuko – 10/7/2026, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko, mendukung upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko dalam memperkuat Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Program tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam menekan potensi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama saat cuaca tidak menentu yang sering memicu meningkatnya perkembangbiakan nyamuk.

Untuk diketahui, dari bulan Januari hinga April tahun 2026 jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah Kabupaten Mukomuko tercatat sebanyak 42 kasus, dengan rincian Januari 8 kasus, Februari 11 kasus, dan Maret 13 kasus April 4 kasus, dan Mei 6 Kasus.

Ketua DPRD Mukomuko, Zamhari, menyampaikan bahwa pencegahan DBD tidak cukup hanya mengandalkan fogging, melainkan harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin dan berkelanjutan.

“PSN gerakan yang paling efektif karena langsung menyasar sumber masalahnya. Kalau masyarakat kompak membersihkan lingkungan, maka nyamuk tidak punya tempat berkembang biak,” ujarnya.

Dengan mendorong aktivitas PSN hingga tingkat desa merupakan kebijakan yang tepat, karena penyebaran DBD sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan permukiman.

Kegiatan seperti membersihkan pekarangan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, hingga mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan harus menjadi kebiasaan masyarakat.

“Kami berharap edukasi dari Dinkes Mukomuko semakin luas dan merata. Sosialisasi ini harus menjangkau masyarakat di seluruh kecamatan, termasuk daerah yang jauh dari pusat pemerintahan,” kata Zamhari.

DPRD Kabupaten Mukomuko menyatakan siap mendukung kebijakan daerah yang berkaitan dengan penguatan pencegahan penyakit menular, termasuk program pengendalian DBD.

Lebih lanjut, Zamhari juga mengajak pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga untuk menjadikan PSN sebagai gerakan bersama, bukan hanya kegiatan sesaat ketika kasus DBD meningkat.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, maka penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bisa ditekan. Pencegahan lebih murah dan lebih aman dibanding penanganan saat sudah banyak korban,” tutup Zamhari.(Wr/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *