DPRD Mukomuko Dorong Revitalisasi Sekolah PAUD, Wujudkan Fasilitas Belajar yang Lebih Layak

Advertorial4619 Dilihat

Mukomuko – 9/7/2026, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko, mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mukomuko untuk memaksimalkan pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan pada tahun 2026, khususnya pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Berdasarkan data Disdikbud Kabupaten Mukomuko, jumlah satuan pendidikan yang masuk dalam program revitalisasi tahun 2026 sebanyak 31 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menjadi calon penerima bantuan.

Seluruh PAUD calon penerima bantuan tersebut telah mengikuti tahapan verifikasi secara daring melalui Zoom Meeting, sebagai langkah awal untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan serta tepat sasaran.

Wakil Ketua l DPRD Kabupaten Mukomuko, Wisnu Hadi, SE., menyampaikan bahwa program revitalisasi ini merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, terutama pada pendidikan usia dini yang menjadi fondasi utama pembentukan karakter dan kemampuan anak sejak dini.

“Kami mendorong agar program revitalisasi ini berjalan maksimal. Jangan sampai ada kendala administrasi yang menghambat realisasi bantuan, karena ini menyangkut kebutuhan anak-anak dalam mendapatkan fasilitas belajar yang layak,” ujarnya.

Selain menyasar jalur pendidikan formal, program revitalisasi tahun 2026 ini juga menjangkau jalur pendidikan nonformal. Disdikbud Mukomuko mencatat terdapat dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang turut masuk dalam program tersebut.

Lebih lanjut, Wisnu juga berharap seluruh proses verifikasi dan tahapan lanjutan dapat berjalan lancar hingga realisasi bantuan, sehingga fasilitas pendidikan di daerah dapat semakin memadai serta mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal.

“Dengan adanya program revitalisasi ini, kami optimistis peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Mukomuko akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan, baik pada PAUD maupun lembaga pendidikan nonformal,” tutup Wisnu Hadi, SE.(Wr/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *