Mukomuko – 25/7/2025, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, menginformasikan bahwa seiring membaiknya kondisi cuaca, para nelayan dari berbagai wilayah di Kabupaten Mukomuko telah kembali aktif melaut dalam beberapa hari terakhir.
Perbaikan kondisi cuaca ini menjadi faktor utama yang memungkinkan para nelayan di wilayah Kabupaten Mukomuko melanjutkan aktivitas penangkapan ikan secara lebih aman dan lancar.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kabupaten Mukomuko, Warsiman, mengatakan bahwa cuaca yang membaik diharapkan dapat membawa dampak langsung terhadap produktivitas nelayan di daerah Kabupaten Mukomuko.
“Cuaca saat ini sudah cukup bersahabat sehingga nelayan bisa kembali melaut dengan aman. Kami berharap ini berdampak positif terhadap peningkatan hasil tangkapan serta kesejahteraan masyarakat nelayan,” katanya.
Peran nelayan juga merupakan sebagai ujung tombak pembangunan sektor kelautan dan perikanan sangat krusial. Oleh karena itu, kolaborasi aktif antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha perikanan perlu terus diperkuat.
“Kami mengimbau para nelayan untuk tetap menjaga kelestarian sumber daya laut. Hindari penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem. Gunakanlah alat tangkap yang ramah lingkungan dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Warsiman.
Adapun, menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Mukomuko, hasil produksi perikanan tangkap di Kabupaten Mukomuko sepanjang tahun 2024 mencapai 24.225 ton. Sementara untuk tahun 2025, rekapitulasi hasil tangkapan masih dalam proses pengumpulan.
Lebih lanjut, Warsiman juga mengingatkan bahwa pentingnya aspek keselamatan sebelum melaut. Dihimbau kepada seluruh nelayan untuk senantiasa memeriksa kondisi armada, menggunakan jaket pelampung, dan memantau informasi cuaca terbaru sebelum berlayar.
“Keselamatan merupakan aspek utama yang tidak boleh diabaikan. Kami mengimbau seluruh nelayan untuk senantiasa mematuhi standar keamanan saat melaut demi menjaga keselamatan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Warsiman.
RIZON SAPUTRA







