Dinkes Mukomuko Bergerak Cepat Antisipasi Penyebaran DBD

Daerah4877 Dilihat

Mukomuko – 29/10/2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, mengumumkan bahwa ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) kembali mengintai beberapa wilayah di daerah Kabupaten Mukomuko.

Untuk mencegah lonjakan kasus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko mengambil langkah cepat dengan menggelar penelitian epidemiologi di seluruh puskesmas.

Penelitian epidemiologi Demam Berdarah Dengue (DBD) melibatkan serangkaian langkah penting untuk memahami serta mengendalikan penyebaran penyakit DBD.

Kegiatan penelitian ini memiliki peran krusial dalam mempelajari dinamika penularan DBD dan mengembangkan strategi pengendalian yang efektif.

Melalui penelitian epidemiologi, upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, sehingga membantu mencegah terjadinya wabah DBD dan mengurangi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Mukomuko, Hamdan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di 17 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di daerah Kabupaten Mukomuko.

“Penelitian ini bertujuan menelusuri sumber penularan serta pola penyebaran DBD. Kami tidak ingin hanya bertindak setelah kasus muncul, tetapi berupaya memutus rantai penularan sejak dini,” ujarnya.

Kemudian, Dinkes Mukomuko juga melakukan pembagian larvasida dan pengasapan (fogging) di lokasi-lokasi yang teridentifikasi sebagai titik rawan.

“Tim kesehatan turut memetakan kawasan yang berpotensi menjadi pusat penyebaran penyakit. Setelah itu dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara menyeluruh,” kata Hamdan.

Lebih lanjut, Hamdan, menegaskan bahwa langkah pencegahan ini penting dilakukan mengingat kondisi lingkungan yang lembap kerap memicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

“DBD sulit dihapuskan sepenuhnya karena kita berada di wilayah tropis. Namun, dengan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, penyebarannya DBD di daerah Kabupaten Mukomuko bisa ditekan,” tambahnya.

Adapun, beberapa wilayah yang sebelumnya dikenal rawan DBD, seperti Pondok Suguh dan Lubuk Sanai, sekarang menunjukkan adanya penurunan kasus. Hal ini dikaitkan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan melakukan langkah pencegahan mandiri.

Untuk diketahui, berdasarkan data Dinkes Mukomuko hingga akhir Oktober 2025, tercatat 9 warga Mukomuko positif terjangkit DBD. Rinciannya, 4 kasus ditemukan di Kecamatan Ipuh, 3 di Air Rami, serta masing-masing 1 kasus di Retak Mudik dan Teras Terunjam.

“Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya genangan air di berbagai wilayah di daerah Kabupaten Mukomuko yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak,” jelas Hamdan.

Selain itu, Hamdan, juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan langkah 3M Plus, menutup, menguras, dan memanfaatkan kembali wadah air, serta membuang genangan yang tidak diperlukan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan langkah pencegahan sebelum muncul korban baru. Lingkungan yang bersih akan memutus siklus perkembangbiakan nyamuk dan menekan risiko penularan DBD,” tutup Hamdan.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *