DKP Mukomuko Siapkan Bantuan Alat Tangkap untuk 18 Kelompok Nelayan

Daerah5261 Dilihat

Mukomuko – 24/7/2025, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, menyiapkan bantuan sarana dan prasarana alat tangkap bagi 18 kelompok nelayan yang tersebar di sejumlah kecamatan, mulai dari Kecamatan Air Rami hingga Kecamatan Kota Mukomuko.

Program bantuan sarana dan prasarana alat tangkap bagi nelayan di wilayah Kabupaten Mukomuko ini, dijadwalkan akan direalisasikan pada tahun anggaran 2025.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mukomuko, Warsiman, mengungkapkan bahwa pengadaan bantuan telah dilakukan dan saat ini tengah memasuki tahap finalisasi dokumen sebelum disalurkan kepada para penerima bantuan.

“Sarana dan prasarana yang telah disiapkan meliputi 26 unit mesin tempel dengan spesifikasi 15 PK, 25 PK, dan 40 PK. Selain itu, kami juga menyediakan 2 unit perahu fiber dan 2 paket jaring berukuran 7 inci,” ungkapnya.

Adapun, total jumlah anggaran yang dialokasikan untuk program bantuan tersebut, mencapai lebih dari Rp 1 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2025.

“Penyaluran bantuan sarana dan prasarana alat tangkap kepada 18 kelompok nelayan di wilayah Mukomuko ditargetkan dapat segera dilakukan, setelah seluruh kelengkapan dokumen administrasi dan teknis diselesaikan,” jelas Warsiman.

Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas sektor perikanan tangkap serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Warsiman, menambahkan bahwa proses verifikasi telah dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bantuan diberikan kepada kelompok nelayan yang benar-benar memenuhi kriteria, termasuk yang belum pernah menerima bantuan serupa sebelumnya.

“Kami berharap melalui bantuan ini, kesejahteraan para nelayan dapat meningkat seiring dengan peningkatan hasil tangkapan, dan program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan,” tutup Warsiman.

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *