Konsumsi Minuman Manis Berlebihan, Waspadai Efek Samping Serius bagi Kesehatan

Nasional5523 Dilihat

Nasional, Aktual Daerah News.Id – 12/8/2025, Makanan dan minuman manis memang menggugah selera, namun para ahli kesehatan mengingatkan bahwa di balik kenikmatannya, tersembunyi risiko besar terhadap kesehatan, salah satunya adalah diabetes. Penyakit ini dapat berkembang secara diam-diam jika kadar gula darah dalam tubuh terus-menerus melonjak tanpa kontrol.

Dikutip dari media cnnindonesia.com, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Herry Nursetiyanto, Sp.PD-KEMD, FINASIM menyampaikan bahwa tubuh manusia mengubah asupan karbohidrat sederhana seperti nasi, roti, dan makanan manis menjadi glukosa, sumber energi utama yang diserap ke dalam aliran darah.

“Glukosa akan merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin, yaitu hormon yang memungkinkan glukosa masuk ke dalam sel dan digunakan sebagai energi,” ujarnya.

Selain glukosa, ada juga fruktosa, jenis gula alami yang ditemukan dalam buah-buahan. Fruktosa diserap melalui usus dan diproses oleh hati menjadi glukosa atau disimpan sebagai lemak.

“Mengonsumsi fruktosa dalam bentuk buah utuh memberikan manfaat kesehatan, karena sebagian fruktosa akan dimetabolisme oleh bakteri baik di usus. Proses ini turut mendukung kesehatan sistem pencernaan serta memperkuat daya tahan tubuh,” jelas dr. Herry.

Lebih lanjut, Dr. Herry, mengungkapkan bahwa fruktosa dalam bentuk cair, seperti jus atau minuman kemasan, cenderung menyebabkan konsumsi gula berlebih karena tidak memberikan rasa kenyang, sementara kandungan gulanya bisa mendekati atau melebihi batas harian yang dianjurkan.

“Glukosa dan fruktosa juga saling mempengaruhi. Glukosa meningkatkan penyerapan fruktosa di usus, dan fruktosa mempercepat penyimpanan glukosa di hati. Jika asupannya tidak dikontrol, ini bisa memicu perlemakan hati, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, serta penyakit kardiovaskular,” ungkap dr. Herry.

Kemudian, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes di rumah sakit yang sama, dr. Nanang Soebijanto Sajoedi, Sp.PD-KEMD, FINASIM, juga mengatakan bahwa kelebihan asupan gula dapat menyebabkan gangguan pengaturan gula darah, yang pada akhirnya bisa memicu resistensi insulin.

“Jika tubuh tidak lagi merespons insulin dengan efektif, maka pankreas akan dipaksa bekerja lebih keras. Lama-kelamaan, produksi insulin akan menurun, dan kondisi ini disebut insufisiensi insulin, awal dari pradiabetes yang dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Nanang, juga menambahkan bahwa untuk langkah pencegahan terbaik adalah dengan mengatur konsumsi gula serta memilih sumber karbohidrat alami yang kaya serat, seperti buah utuh, sayur, dan biji-bijian.

“Untuk itu, dianjurkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga diabetes, obesitas, atau gaya hidup kurang aktif,” pungkas dr. Nanang.

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *