Lima Petani Ditembak, HMI Curup Desak Penegakan Hukum Tegas

Daerah5967 Dilihat

Bengkulu, Aktual Daerah News.Id – 26/11/2025, Insiden penembakan terhadap lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin, 24 November 2025, kembali memunculkan sorotan terkait konflik agraria di wilayah tersebut.

Lima petani dilaporkan mengalami luka tembak, diduga akibat tindakan oknum keamanan perusahaan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS). Peristiwa ini mendapat respons keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup.

Dalam keterangan melalui pesan WhatsApp, Ketua Umum HMI Cabang Curup, M. Dio Putra, mengecam keras tindakan kekerasan tersebut dan menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.

Peristiwa ini sebagai tragedi kemanusiaan yang mencerminkan kegagalan pemerintah dalam melindungi hak-hak dasar petani.

“Ini bukan sekadar konflik agraria, melainkan tragedi kemanusiaan. Tidak boleh ada warga yang ditembak hanya karena mempertahankan lahan yang menjadi sumber penghidupan keluarganya,” ujarnya.

Konflik agraria di Pino Raya sudah berlangsung lama tanpa penyelesaian yang memadai. Penembakan terhadap lima petani merupakan puncak dari serangkaian intimidasi yang dialami masyarakat, termasuk perusakan pondok, pengusiran, dan ancaman dari pihak keamanan perusahaan.

“Ketika intimidasi dibiarkan, kekerasan bersenjata seperti ini hanya tinggal menunggu waktu. Masalah ini bukan hal baru yang tiba-tiba muncul,” kata Dio.

HMI Cabang Curup menuntut Kepolisian Daerah Bengkulu untuk mengusut tuntas insiden tersebut. Penyelidikan diharapkan mencakup asal-usul senjata api yang digunakan, struktur komando di perusahaan, dan potensi pelanggaran prosedur keamanan.

“Polisi harus tegas. Tidak cukup hanya memeriksa korban dan saksi. Penting juga menelusuri siapa yang memberi kewenangan keamanan perusahaan membawa senjata, dan atas perintah siapa tembakan itu dilepaskan,” tegasnya.

Selain itu, HMI Curup meminta pemerintah daerah untuk turun langsung menangani konflik agraria secara menyeluruh. Dio menilai pemerintah selama ini baru hadir setelah terjadi korban, bukan mencegah konflik sejak awal.

“Pemerintah daerah jangan hanya hadir setelah ada darah yang tumpah. Konflik agraria bisa dicegah jika izin perusahaan diawasi ketat dan pemerintah berpihak pada rakyat sejak awal,” ungkap Dio.

Lebih lanjut, Dio, menambahkan bahwa legalitas lahan PT ABS juga kembali menjadi sorotan. Konflik dengan perusahaan ini telah memicu berbagai protes masyarakat. Perlunya evaluasi menyeluruh terhadap izin operasional perusahaan.

“Jika perusahaan tidak mampu menjamin keamanan dan justru menjadi sumber konflik, izin operasionalnya harus dievaluasi total. Rakyat tidak boleh terus menjadi korban sementara perusahaan tetap berjalan seperti biasa,” tambahnya.

HMI Cabang Curup berkomitmen mengawal kasus ini hingga pelaku diadili dan korban memperoleh keadilan. Organisasi mahasiswa ini menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dan pemerintah dalam menghentikan kekerasan terhadap petani.

“Sebagai bagian dari masyarakat, kita punya tanggung jawab moral. HMI Curup akan terus mendampingi petani dan memastikan tragedi seperti ini tidak terulang. Pemerintah dan aparat berwenang harus hadir, dan keadilan harus ditegakkan,” tutup M. Dio Putra.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *