Polres Mukomuko Gelar Apel Siaga Hadapi El Nino, Karhutla, dan Kekeringan Ekstrem

Daerah4339 Dilihat

Mukomuko – 31/7/2026, Polres Mukomuko menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino, kekeringan ekstrem, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada tahun 2026, yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Mukomuko, pada Jumat 31 Juli 2026.

Kegiatan Apel ini dipimpin oleh Wakapolres Mukomuko Kompol Bakit Eko Hadi Suseno, S.H., M.H., mewakili Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., dan diikuti jajaran Pejabat Utama Polres Mukomuko, unsur Forkopimda, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan, BPBD, PDAM, Basarnas, para Kapolsek, serta personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dan Basarnas.

Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh personel, kendaraan, dan peralatan penanggulangan bencana dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan maupun dampak kekeringan akibat musim kemarau.

Dalam amanatnya, Wakapolres Mukomuko, Kompol Bakit Eko Hadi Suseno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kesiapsiagaan seluruh personel dan sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana.

“Koordinasi yang baik akan mempercepat upaya pencegahan, penanganan, dan mitigasi apabila terjadi Karhutla maupun kekeringan ekstrem di wilayah Kabupaten Mukomuko,” sampainya.

Usai apel, dilakukan pengecekan jumlah personel serta pemeriksaan kendaraan dan seluruh peralatan pendukung penanggulangan Karhutla.

“Langkah ini bertujuan memastikan semua perlengkapan operasional berada dalam kondisi baik dan siap digunakan kapan saja saat dibutuhkan,” jelas Wakapolres.

Lebih lanjut, Wakapolres juga berharap kerja sama seluruh instansi terkait semakin kuat dalam mencegah dan menangani Karhutla serta dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Mukomuko.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sejak dini demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *