Ratusan Kerbau di Mukomuko Mati Akibat Wabah Penyakit Ngorok

Daerah146 Dilihat

Mukomuko – Wabah penyakit ngorok atau septicemia epizootica kembali merebak di Kabupaten Mukomuko, yang mengakibatkan ratusan ekor kerbau milik peternak setempat mati mendadak.

Hingga sekarang, berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko tercatat 500 ekor kerbau terdampak penyakit yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Diana Nurwahyuni, mengungkapkan bahwa wilayah paling terdampak dari serangan penyakit septicemia epizootica berada di Kecamatan Teramang Jaya dan Kecamatan Ipuh.

Penyebaran penyakit ini sangat cepat, terutama pada musim hujan, dan memicu kekhawatiran akan potensi meluasnya ke wilayah lain di daerah Kabupaten Mukomuko.

“Gejala klinis yang umumnya muncul meliputi gangguan pernapasan, serta pembengkakan pada area leher hingga dada. Dalam banyak kasus, kondisi ini dapat berujung pada kematian hewan dalam waktu yang relatif singkat,” ungkap Diana, (30/5/2025).

Dalam hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko telah melakukan berbagai upaya penanggulangan, seperti pemberian antibiotik, pembatasan pergerakan ternak, serta isolasi pada kandang-kandang terdampak.

“Namun, terbatasnya jumlah tenaga medis hewan dan keterbatasan stok vaksin menjadi tantangan besar dalam penanganan di lapangan,” jelas Diana.

Lebih lanjut, Diana, juga menghimbau kepada seluruh peternak untuk segera melaporkan jika ditemukan tanda-tanda klinis pada ternaknya, serta menghindari pelepasan ternak secara bebas dan tidak melakukan jual beli hewan antar wilayah sementara waktu.

“Penyakit ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, termasuk melalui perantara udara. Untuk itu, langkah pencegahan harus benar-benar diperketat agar wabah ini tidak meluas lebih jauh di daerah Kabupaten Mukomuko,” tutup Diana Nurwahyuni.

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *