Mukomuko – 26/11/2025, Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko, terus berupaya menggenjot perluasan Sertifikat Prima bagi para petani sebagai strategi meningkatkan kualitas serta daya saing produk pertanian di pasar modern.
Langkah ini dipandang penting karena Sertifikat Prima menjamin bahwa komoditas pertanian diproduksi melalui praktik budidaya yang aman, sehat, dan berwawasan lingkungan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, S.TP, menegaskan bahwa sertifikasi tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bukti komitmen petani terhadap produksi pangan yang bertanggung jawab.
Perubahan perilaku konsumen yang kini lebih kritis terhadap keamanan dan asal-usul pangan menuntut petani untuk memenuhi standar yang lebih ketat.
“Tidak cukup hanya terlihat segar. Masyarakat ingin jaminan bahwa produk yang mereka konsumsi aman dan dihasilkan melalui proses yang sesuai kaidah budidaya berkelanjutan,” ujarnya.
Untuk memperluas cakupan sertifikasi tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko memperkuat program pelatihan serta pendampingan teknis bagi para petani.
Persyaratan utama yang harus dipenuhi mencakup pengurangan penggunaan bahan kimia sintetis, penerapan pupuk organik, pemanfaatan pestisida nabati, hingga pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan.
“Sertifikasi ini mengharuskan petani menerapkan praktik budidaya yang ramah lingkungan, efisien, dan berstandar tinggi, sekaligus memastikan setiap produk yang dihasilkan aman bagi konsumen,” kata Elxsandi.
Lebih lanjut, Elxsandi, menambahkan bahwa beberapa kelompok tani padi, cabai, serta buah-buahan telah berhasil memenuhi standar, namun pemerintah daerah menilai partisipasi masih perlu diperluas.
“Kami ingin memastikan petani tidak berjuang sendiri. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan, bimbingan, dan fasilitas agar semakin banyak petani beralih ke pertanian sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Peningkatan jumlah petani bersertifikat akan berdampak langsung pada kenaikan nilai jual produk, memperluas akses pasar hingga tingkat nasional, serta mendorong citra Mukomuko sebagai daerah penghasil pangan berkualitas.
“Ini adalah langkah nyata bahwa pembangunan pertanian bukan sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga menjaga mutu, keberlanjutan, dan masa depan pangan yang lebih bermartabat,” tutup Elxsandi Ultria Dharma, S.TP.
RIZON SAPUTRA







