Wapres Gibran Respons Keluhan Warga Soal BBM di Bengkulu, PB HMI Soroti Gubernur

Nasional81 Dilihat

Nasional, Aktual Daerah.Id – 28/5/2025, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan langsung ke dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu, menyusul terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga yang terdampak, sembari berkomitmen mencari solusi bersama pihak terkait.

Wapres Gibran tidak hanya meninjau kesiapan dan kelengkapan fasilitas di SPBU, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat dan pengelola SPBU. Ia mendengarkan keluhan warga serta menanyakan secara langsung waktu antrean yang dialami.

Gibran menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi BBM kembali normal di Provinsi Bengkulu.

Atas langkah ini, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Maulana Taslam, menyampaikan bahwa kehadiran Wapres Republik Indonesia, merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.

“Pak Wapres datang langsung, berdialog dengan warga, dan menunjukkan empati. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang responsif terhadap kondisi di lapangan,” ujarnya.

Namun, di sisi lain, Maulana Taslam melontarkan kritik tajam terhadap Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Ia menilai bahwa gubernur kurang menunjukkan kepedulian terhadap masalah kelangkaan BBM yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, Helmi Hasan belum mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan ini.

“Sangat disayangkan, di tengah masyarakat yang kesulitan, Gubernur Provinsi Bengkulu justru tidak menunjukkan kehadiran dan kepemimpinan yang diharapkan. Bahkan, aspirasi dari mahasiswa pun tak mendapat respons,” tegas Taslam.

Kemudian, dalam kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, turut angkat bicara mengenai antrean panjang kendaraan di SPBU Provinsi Bengkulu pada tahun 2025.

Dengan adanya antrean panjang di SPBU Provinsi Bengkulu, ia berencana akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan penyebab utama terjadinya kelangkaan.

“Antrean panjang ini kemungkinan disebabkan oleh truk-truk dari sektor tambang dan perkebunan yang tidak seharusnya mengakses BBM subsidi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil, menambahkan bahwa adanya kendaraan dari sektor non-konsumen umum seperti truk tambang atau angkutan sawit yang ikut mengantre, sehingga mengganggu distribusi BBM bagi masyarakat.

“Dalam waktu sekarang, kami tengah berupaya menelusuri akar persoalan serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif, agar distribusi BBM di Bengkulu dapat kembali normal dalam waktu dekat,” tutup Bahlil Lahadalia.

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *