Mukomuko – 31/10/2025, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mukomuko, mencatat bahwa penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di daerah ini masih jauh dari target nasional.
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Dukcapil, dari 145.632 warga yang wajib memiliki KTP, baru 3.761 orang atau sekitar 2,64 persen yang telah mengaktifkan identitas digital tersebut.
Kepala Bidang Data dan Fasilitas (Dukcapil) Kabupaten Mukomuko, Novita Putriami, menyampaikan bahwa capaian ini masih jauh dari target nasional sebesar 25 persen dari jumlah wajib KTP.
Salah satu kendala utama adalah rendahnya sosialisasi dan minimnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya memiliki identitas digital.
“Target nasional untuk Kabupaten Mukomuko adalah 25 persen, namun saat ini baru tercapai 2,64 persen. Kurangnya pemahaman dan sosialisasi menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi rendahnya aktivasi,” ujarnya.
Selain itu, keterbatasan anggaran juga menjadi hambatan. Dukcapil Kabupaten Mukomuko belum dapat menyediakan layanan keliling atau jemput bola ke kecamatan-kecamatan, sehingga pelayanan hanya dapat diberikan bagi warga yang datang langsung ke kantor.
“Pelayanan keliling belum bisa kami lakukan karena keterbatasan anggaran. Sehingga saat ini warga hanya dapat melakukan perekaman dan pencetakan KTP di kantor Dukcapil,” jelas Novita.
Data rekapitulasi aktivasi IKD per kecamatan menunjukkan variasi yang signifikan:
– Lubuk Pinang: 254 orang (2,30%)
– Kota Mukomuko: 931 orang (6,88%)
– Teras Terunjam: 159 orang (2,67%)
– Pondok Suguh: 202 orang (1,97%)
– Ipuh: 234 orang (1,71%)
– Malin Deman: 174 orang (1,47%)
– Air Rami: 101 orang (1,00%)
– Teramang Jaya: 178 orang (2,31%)
– Selagan Raya: 230 orang (2,95%)
– Penarik: 374 orang (2,05%)
– XIV Koto: 295 orang (2,95%)
– V Koto: 166 orang (2,95%)
– Air Manjuto: 247 orang (2,77%)
– Air Dikit: 187 orang (3,58%)
– Sungai Rumbai: 90 orang (1,25%)
Lebih lanjut, Novita, mengatakan bahwa Kecamatan Kota Mukomuko mencatat capaian tertinggi dengan 6,88 persen aktivasi, sementara Sungai Rumbai menjadi kecamatan dengan persentase terendah, yakni 1,25 persen.
“Kedepan, kami akan terus berupaya meningkatkan sosialisasi dan mencari solusi agar layanan dapat lebih menjangkau seluruh wilayah, demi percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital di daerah Kabupaten Mukomuko,” tutup Novita Putriami.
RIZON SAPUTRA













