Kasus DBD Terus Bertambah, Dinkes Mukomuko Ajak Masyarakat Perkuat 3M Plus

Daerah4428 Dilihat

Mukomuko – 21/4/2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, mencatat jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama tiga bulan pertama tahun 2026 mencapai 32 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mukomuko, Hamdan, mengungkapkan bahwa peningkatan kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan untuk menekan penyebaran penyakit DBD, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah Kabupaten Mukomuko selama tiga bulan terakhir berjumlah 32 kasus, dengan rincian Januari 8 kasus, Februari 11 kasus, dan Maret 13 kasus,” ungkapnya.

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti syok akibat kebocoran pembuluh darah, terutama pada anak-anak.

Gejala umum DBD di antaranya demam tinggi secara mendadak, nyeri sendi, serta muncul ruam pada kulit. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD.

“Sangat diharapkan masyarakat di daerah Kabupaten Mukomuko dapat untuk lebih rutin meningkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), terutama saat musim hujan, untuk menekankan penyebaran kasus DBD,” harapnya.

Lebih lanjut, Hamdan menambahkan bahwa Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) merupakan langkah pencegahan yang efektif melalui metode 3M Plus.

“Metode ini meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tambahnya.

Selain itu, 3M Plus juga dapat dilakukan dengan berbagai upaya tambahan seperti menggunakan obat anti nyamuk, memasang kelambu, menabur larvasida pada penampungan air, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat di daerah Kabupaten Mukomuko dapat berperan aktif dalam menerapkan 3M Plus secara rutin agar kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat ditekan dan tidak terus meningkat,” pungkas Hamdan.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *