Presiden Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang Ditunjuk sebagai Kepala BGN

Nasional5856 Dilihat

Nasional, Aktual Daerah News.Id – 2/6/2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.

Dikutip dari Tempo.co, keputusan ini diumumkan pada Selasa, 2 Juni 2026 oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menyampaikan bahwa Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana.

Pergantian kepemimpinan dilakukan setelah Presiden melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja kementerian dan lembaga, termasuk BGN, selama hampir satu setengah tahun terakhir.

Evaluasi ini juga mempertimbangkan berbagai masukan dari kementerian terkait serta masyarakat sebagai penerima manfaat program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Setelah melalui proses monitoring dan evaluasi yang cukup panjang, Presiden memutuskan melakukan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program-program strategis di bidang gizi,” ujarnya.

Selain Dadan Hindayana, dua wakil kepala BGN juga turut diberhentikan, yakni Inspektur Jenderal (Purn) Sony Sanjaya dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN mendampingi Nanik S. Deyang dalam menjalankan tugas lembaga tersebut.

“Kami berharap kepemimpinan baru BGN dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” jelas Prasetyo.

Adapun, selama kurang lebih 1,5 tahun terakhir, Presiden melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja Badan Gizi Nasional. Dari hasil evaluasi tersebut, terdapat sejumlah catatan yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pergantian pimpinan lembaga tersebut.

Diketahui, beberapa catatan yang menjadi perhatian antara lain terkait kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), pelaksanaan tata kelola organisasi, serta pengawasan terhadap kualitas makanan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

Selain itu, aspek kedisiplinan dalam menjalankan berbagai ketentuan dan standar yang berlaku juga menjadi bagian dari evaluasi pemerintah.

Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola organisasi dan memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional berjalan lebih optimal, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Dengan kepemimpinan baru tersebut, diharapkan pelaksanaan program prioritas nasional di bidang gizi, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, serta penguatan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing,” tutup Prasetyo Hadi.

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *