Nasional, Aktual Daerah News.Id – 14/7/2025, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan sejumlah tantangan krusial yang tengah dihadapi Indonesia dalam konteks global.
Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan bahwa dinamika geopolitik dunia, krisis iklim, serta ketegangan ekonomi internasional seperti perang dagang dan perang tarif menjadi perhatian utama pemerintah saat ini.
“Situasi global sangat tidak menentu. Kita menghadapi tantangan besar, mulai dari ketegangan geopolitik, perubahan iklim, hingga isu-isu ekonomi global seperti perang dagang dan tarif,” ujarnya, berdasarkan yang dikutip dari media KOMPAS.com.
Selain itu, ia juga meminta dukungan doa bagi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang tengah melakukan kunjungan luar negeri dalam rangka menghadiri forum internasional BRICS.
“Partisipasi Indonesia dalam forum strategis tersebut sangat penting untuk memperkuat posisi negara di kancah global,” jelas Gibran.
Lebih lanjut, Gibran, juga menilai bahwa Indonesia harus meninggalkan praktik ekspor bahan mentah dan beralih pada pengolahan dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.
“Hilirisasi menjadi fokus utama. Kita tidak boleh lagi mengirim barang mentah ke luar negeri. Ini adalah bagian dari transformasi ekonomi nasional,” tambahnya.
Kemudian, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat terhadap adanya perubahan iklim. Bencana banjir yang baru-baru ini terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek, termasuk Tangerang, tempat yang baru saja dikunjunginya.
“Tantangan iklim nyata. Banjir, kekeringan ekstrem, semuanya harus direspons serius. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal kesiapan infrastruktur dan ketahanan masyarakat,” ungkapnya.
Dilanjutkan, Wapres Gibran, juga menyinggung perkembangan teknologi yang cepat, seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan kripto, yang menurutnya menuntut peningkatan kesadaran dan adaptasi dari semua elemen bangsa.
Di sisi lain, Gibran menyampaikan optimismenya terhadap bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia. Menurutnya, situasi ini merupakan peluang langka yang harus dimanfaatkan dengan cermat, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan tengah menghadapi krisis populasi dan fenomena aging population. Sementara kita memiliki keunggulan bonus demografi. Ini adalah momentum emas yang hanya datang sekali. Maka, pembangunan SDM menjadi sangat penting,” kata Gibran.
Lebih lanjut, Gibran, menekankan bahwa pentingnya lembaga pendidikan unggulan seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda yang diinisiasi untuk membentuk generasi masa depan yang kompeten dan berdaya saing.
“Pak Presiden benar-benar serius dalam menyiapkan SDM unggul. Program pendidikan seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda adalah bentuk nyata dari komitmen tersebut,” tutup Gibran Rakabuming Raka.
RIZON SAPUTRA









