Waspada Virus Nipah, Dinkes Mukomuko: Jangan Konsumsi Buah yang Sudah di Gigit Kelelawar

Daerah4300 Dilihat

Mukomuko – 5/2/2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, meminta warga dan fasilitas kesehatan untuk lebih waspada terhadap kemungkinan penyebaran virus Nipah. Peringatan ini muncul menyusul adanya kasus terbaru di India.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Hamdan, menjelaskan, pihaknya sudah menindaklanjuti arahan Kementerian Kesehatan.

“Kami diminta tetap siaga. Jika ada orang yang menunjukkan gejala virus Nipah, petugas akan segera menanganinya sesuai prosedur,” jelasnya.

Di India, dua tenaga kesehatan di Distrik North 24 Parganas, Negara Bagian West Bengal, positif terinfeksi virus Nipah pada pertengahan Januari 2026, dan lebih dari 120 orang yang kontak erat dengan pasien sekarang dikarantina untuk mencegah penyebaran penyakit.

“Virus Nipah ini berasal dari kelelawar pemakan buah dan bisa menular ke manusia melalui hewan lain seperti babi atau makanan yang terkena cairan kelelawar. Virus ini juga bisa menular antar manusia lewat kontak dekat dengan penderita,” kata Hamdan.

Adapun, infeksinya bisa menyebabkan gangguan pada pernapasan berat hingga radang otak, dan tingkat kematiannya tinggi, antara 40 hingga 75 persen. Wabah serupa pernah terjadi di India pada 2001, 2007, dan berulang di Kerala sejak 2018.

Untuk mencegah penyebaran, Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia diminta memperkuat pengawasan penyakit menular, mendeteksi kasus yang mencurigakan, dan melaporkannya lewat aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Puskesmas dan rumah sakit juga diminta memberi edukasi kepada masyarakat tentang gejala, penanganan, dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan wabah virus Nipah.

Lebih lanjut, Hamdan mengatakan bahwa seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Mukomuko diminta memantau penyakit dengan gejala mirip virus Nipah, seperti infeksi saluran pernapasan berat atau radang otak mendadak.

“Kita berharap tidak ada kasus di sini, tapi kewaspadaan harus tetap tinggi. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan, tidak makan buah yang sudah digigit kelelawar,” tutup Hamdan.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *