Program PSR Berjalan, DPRD Mukomuko Pastikan Manfaat bagi Petani

Advertorial4780 Dilihat

Mukomuko – 9/12/2025, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko kembali mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko.

Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko, Wisnu Hadi, S.E., menyampaikan bahwa replanting merupakan salah satu program paling strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor perkebunan rakyat.

Sebagian besar petani di daerah Kabupaten Mukomuko bergantung pada kelapa sawit sebagai sumber ekonomi utama, sehingga peremajaan kebun yang telah berusia tua atau menggunakan bibit tidak produktif menjadi kebutuhan mendesak.

“Program replanting ini memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Ketika kebun diperemajakan dengan bibit unggul, produktivitas meningkat, dan pada akhirnya pendapatan petani juga ikut naik,” ujarnya.

Saat ini, progres Peremajaan Sawit Rakyat di daerah Kabupaten Mukomuko telah mencapai sekitar 30 persen, mencakup lima kecamatan: Malin Deman, Pondok Suguh, Air Dikit, Teras Terunjam, dan Selagan Raya.

Percepatan replanting harus dibarengi pendampingan menyeluruh kepada petani, mulai dari persiapan lahan, proses penanaman ulang, hingga pengelolaan kebun selama masa non-produktif tiga tahun.

“Kami mendorong agar setiap prosesnya berjalan transparan dan teratur. Pendampingan teknis bagi petani juga harus diperkuat, supaya tidak ada masyarakat yang kebunnya mandek setelah dilakukan replanting,” jelas Wisnu.

DPRD Mukomuko menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dalam memastikan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) berjalan optimal, sehingga manfaat replanting benar-benar dirasakan dan menjangkau petani yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Wisnu juga mengapresiasi kerja sama antara Dinas Pertanian, dan kelompok tani dalam memperluas cakupan replanting. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk membuka peluang peningkatan produksi sawit di Mukomuko.

“Mukomuko memiliki peluang besar menjadi sentra sawit yang lebih maju. Jika replanting dilakukan secara bertahap dan merata, dalam beberapa tahun ke depan kita akan merasakan lonjakan produksi yang signifikan,” tutup Wisnu Hadi, S.E.(Wr/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *