Kasus Diare di Mukomuko Menurun, Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan

Daerah4601 Dilihat

Mukomuko – 14/5/2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, mengumumkan kasus diare tercatat masih terjadi di sejumlah wilayah di Mukomuko, meskipun jumlahnya menunjukkan penurunan dalam tiga bulan di awal tahun 2026.

Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus diare pada Januari 2026 mencapai 95 kasus. Kemudian pada Februari menurun menjadi 62 kasus, dan kembali turun pada Maret 2026 sebanyak 56 kasus.

Walaupun angka kasus terlihat menurun, Dinas Kesehatan Mukomuko tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Diare termasuk penyakit yang mudah menyebar, terutama di daerah yang memiliki sanitasi dan kebersihan lingkungan yang masih kurang.

Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi, mengungkapkan bahwa penyebab utama diare sering kali berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari masyarakat, terutama dalam penggunaan air.

“Kualitas air yang diminum sangat menentukan. Banyak kasus terjadi karena air tidak dimasak sampai benar-benar matang atau berasal dari sumber yang sudah tercemar,” ungkapnya.

Beberapa penyebab lain yang sering memicu diare, seperti makanan yang tidak bersih, lingkungan yang kotor, serta kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan.

“Makanan yang dibiarkan terbuka atau disimpan tidak benar bisa mudah terkena kuman. Begitu juga dengan saluran air yang tersumbat dan sampah yang menumpuk dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Selain itu, kebiasaan mencuci tangan pakai sabun masih perlu ditingkatkan,” kata Jajat.

Adapun, Dinkes Mukomuko juga mengingatkan warga agar tidak menganggap remeh diare, karena dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan yang berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Lebih lanjut, Jajat menambahkan bahwa sebagai langkah pencegahan, pihaknya meminta kepada masyarakat agar selalu memasak air hingga mendidih sebelum diminum, menjaga makanan tetap bersih dan tertutup, serta bergotong royong membersihkan lingkungan dan saluran air.

“Kami akan terus memantau dan melakukan sosialisasi. Tapi peran keluarga sangat penting. Mari bersama-sama mencegah penyebaran diare dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” tutup Jajat Sudrajat.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *