Dinkes Mukomuko: Kekurangan Dokter Hambat Operasional RS Pratama Ipuh

Daerah4465 Dilihat

Mukomuko – 29/7/2025, Kehadiran Rumah Sakit Pratama di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih dekat dan layak.

Secara infrastruktur, rumah sakit ini telah rampung dan siap digunakan, lengkap dengan ruang rawat inap, instalasi gawat darurat, serta fasilitas medis lainnya.

Namun, optimalisasi layanan medis di RS Pratama tersebut hingga sekarang masih mengalami kendala serius. Faktor utama yang menghambat operasional penuh rumah sakit ini adalah minimnya jumlah tenaga medis, khususnya dokter.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, mengungkapkan bahwa hingga sekarang Rumah Sakit Pratama di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko sudah memiliki satu orang dokter umum.

Dokter yang bertugas saat ini juga menjabat sebagai Direktur rumah sakit, sehingga mengakibatkan pembagian tugas menjadi tidak ideal untuk mendukung operasional harian secara optimal.

“Fasilitas sudah tersedia dan pada dasarnya siap difungsikan. Namun dari sisi sumber daya manusia, terutama dokter, masih sangat kekurangan. Untuk operasional dasar saja, idealnya dibutuhkan setidaknya empat dokter,” ungkapnya.

Kondisi ini menyebabkan layanan medis, baik rawat jalan maupun rawat inap, belum dapat berjalan optimal. Masyarakat setempat yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan dasar pun belum sepenuhnya merasakan manfaat keberadaan rumah sakit tersebut.

“Kami berharap, RS Pratama di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, bisa segera menjadi pusat pelayanan kesehatan yang andal bagi masyarakat, terutama masyarakat di Kecamatan Ipuh dan sekitarnya,” jelas Bustam.

Lebih lanjut, Bustam, juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mempercepat proses pemenuhan kebutuhan tenaga medis agar Rumah Sakit Pratama Ipuh dapat segera beroperasi secara maksimal.

“Kami tidak ingin rumah sakit ini hanya menjadi bangunan kosong tanpa fungsi. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang nyata, dan itu hanya bisa terwujud jika tenaga medis tersedia secara memadai,” tutup Bustam Bustomo.

 

 

RIZON SAPUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *